Showing posts with label dharma. Show all posts
Showing posts with label dharma. Show all posts

Two Is Better Than One

03 May 2010




I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
"Hey, you know, this could be something"
'Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now I'm left with nothing

So maybe it's true
That I can't live without you
And maybe two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking two is better than one

I remember every look upon your face
The way you roll your eyes
The way you taste
You make it hard for breathing
'Cause when I close my eyes and drift away
I think of you and everything's okay
I'm finally now believing

That maybe it's true
That I can't live without you
And maybe two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking two is better than one

I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought, "Hey,"

Maybe it's true
That I can't live without you
Maybe two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking
I can't live without you
'Cause, baby, two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
But I'll figure it out
When all is said and done
Two is better than one
Two is better than one



when i watch the video again, i feel sorry for everything i've done wrong and now i'm thinking

two is better than one


Kemarin sembari menunggu latihan baca paritta yang tak kunjung mulai, saya membaca buku pinjaman dari tante saya, "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" karya Ajahn Brahm. Dan saya sungguh suka dengan buku ini, well, saya pikir saya akan membeli 1 yang sama persis dengan yang dipinjamkan pada saya ini.


Cerita pertama dalam buku ini sudah cukup menampar wajah saya *tamparan khayal* dan saya tersadarkan akan sifat bodoh itu. And it happened all the time.

Dua Bata Jelek

Singkatnya saja, saat itu Ajahn Brahm yang berencana membangun wihara, sangking tidak punya uangnya ia harus melakukannya sendiri. Ya, ia tukangnya. Ia mulai menyusun batu bata satu per satu dan menyemennya.

Kelihatannya gampang, membuat tembok dengan batu bata, tinggal tuangkan seonggok semen, sedikit ketok sana sini dan jadilah. Ketika ia sendiri yang membuatnya, bukan melihatnya saja, ia baru merasakan betapa saat diketok, batu bata itu malah miring sana miring sini dan kamu harus cepat mengembalikannya ke posisi semula sebelum semen mengering.

Itulah yang terjadi. Dengan segala kesabaran, ia menyelesaikan temboknya itu. Ia berdiri di baliknya dan mengegumi hasil kerjanya itu, barulah ia sadar, dua batu bata terpasang miring, dan saat itu semen sudah mengeras. "Mereka berdua jelek sekali, mereka merusak tembok saya"

Maka ia bertanya pada kepala wihara bolehkan ia merubuhkan tembok itu dan mengulangnya kembali, kalau perlu meledakannya sekalian. Tentu ide itu ditolak, alih-alih kepala wihara menyuruhnya untuk membiarkan tembok itu apa adanya.

Saat ia sedang membimbing tamu-tamu masuk dalam wiharanya, ia selalu mencegah mereka melihat dua batu bata itu. Ia tidak suka jika ada yang melihat tembok itu. Lalu suatu hari, kira-kira 3-4 bulan setelah ia membangun tembok itu, ia berjalan dengan seorang pengunjung dan ia melihat tembok itu lalu berkata, " Itu tembok yang indah!" dengan santainya.

"Pak", kata Ajahn Brahm, "apakah kacamata Anda tertinggal di mobil? Apakah penglihatan Anda sedang terganggu? Tidakkan Anda melihat dua bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?"


"Ya, saya bisa melihatnya, dua bata jelek itu. Tapi saya juga bisa melihat 998 batu bata yang bagus."

Ajahn Brahm tertegun. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan ia mampu melihat batu bata lainnya selain 2 bata jelek itu. Lebih dari itu, jumlah bata yang terpasang sempurna lebih banyak jauh ketimbang 2 bata jelek itu.


Betapa banyak orang memutuskan hubungan karena semua yang dapat mereka lihat dari orang lain hanyalah "dua bata jelek" itu. Berapa banyak di antara kita yang menjadi depresi dan ingin bunuh diri, karena yang kita lihat dalam diri kita hanyalah "dua bata jelek"? Pada kenyataannya, ada banyak, jauh lebih banyak, bata yang bagus, yang tidak kita lihat karena kita terlalu terfokus pada kejelekan yang ada. Dan terkadang, kita benar-benar berniat untuk menghancurkan sebuah "tembok yang indah".

Pada suatu hari, Ajahn Brahm didatangi tukang bangunan yang memberi tahu rahasia profesinya. " Kami para tukang bangunan selalu berbuat kesalahan," katanya, "tetapi kami bilang ke pelanggan bahwa itu adalah "ciri unik" yang tiada duanya di rumah-rumah tetangga. Lalu kami menagih biaya tambahan ribuan dollar untuk itu."

Qing Ming

05 April 2010

Hari ini 5 April. Dua tahun yang lalu, mungkin ini adalah hari istimewa yang patut dirayakan, tapi masa lalu tinggal kenangan. Yang pasti, 5 April selalu menjadi hari di mana umat Tiong Hoa memperingati leluhur mereka, atau dikenal dengan sebutan Cheng Beng.

Kemarin saat kelas Muda-mudi, Pandita Chen bercerita tentang asal mulanya peringatan tersebut, hal ini dikaitkan dengan kesetiaan dan bakti.

Cerita pertama, tentang seorang Cie Ce Tui (maklumi spellingnya). Pada masa kerajaan Cin, Raja Cin hendak membunuh anaknya yaitu Pangeran Cin. Lalu Pangeran kabur diikuti pengikut-pengikutnya yang setia. Lalu mereka bersembunyi di suatu tempat di luar kerajaan. Pangeran dan yang lainnya tidak punya makanan. Melihat Pangerannya kelaparan, Cie lalu memotong daging di pahanya dan dimasak untuk Pangeran. Pangeran makan dengan lahap, namun akhirnya ia sadar, mengapa begitu banyak pengikutnya yang kelaparan, tapi ia bisa mendapat sepotong daging? Akhirnya diketahui, Cie telah berkorban karena kesetiaannya pada Pangeran. Maka ia berterima kasih.

Suatu ketika, Pangeran pergi ke Kerajaan Ching, di mana rajanya memperlakukan ia dengan sangat baik, sehingga Pangeran merasakan kenikmatan dan tak mau kembali ke Kerajaan Cin. Cie merasa Pangeran salah. Ia adalah orang Cin, namun ia bersenang-senang di Kerajaan Ching. Cie membujuk Pangeran untuk pulang, namun ia tak mau. Sampai suatu hari Pangeran mabuk dan dibawa Cie pulang ke Cin.

Setelah kembali, Pangeran Cin diangkat menjadi Raja Cin menggantikan ayahnya. Pangeran Cin sangat senang dan berterimakasih pada Cie serta bermaksud memberikan jabatan tinggi pada Cie. Namun Cie selalu menolak saat rumahnya didatangi Pangeran.

Pangeran tidak putus asa hingga Cie kabur ke pegunungan untuk menghindar. Tak lupa ia membawa serta ibunya ke gunung. Gunung yang besar itu, sulit untuk mencari dan memaksa Cie untuk pulang dan menjadi pejabat. Akhirnya Pangeran Cin membakar hutan di gunung tersebut sehingga jika terancam Cia akan keluar hutan.

Hutan dibakar. Namun dibakarpun Cie tidak keluar. Ia memeluk ibunya di bawah satu pohon hingga keduanya tewas terbakar. Setelah dicari, Pangeran menemukan jenazah Cie memeluk ibunya. Hatinya begitu sedih.

Ia menggunakan kayu dari pohon tempat Cie tewas itu dibuat menjadi sepatu dan dikenakan setiap hari untuk mengenang Cie.

Dan juga, sebab Cie meninggal karena api, Pangeran memerintah seluruh rakyat, setiap tanggal itu, seluruh negeri tidak boleh menyalakan api dan memasak. Maka setiap Cheng Beng, biasanya masyarakat makan makanan yang dingin. Seperti sekarang ini saat sembahyang Cheng Beng, biasanya orang makan hidangan yang dingin.

Cerita kedua adalah asal mula papan nisan.

Ada seorang petani bernama Ding Lan (atau Ding Nan??) yang terus bekerja di sawah, Perilakunya kasar dan emosian, Ayahnya sudah tua dan tidak kuat bekerja di sawah, maka ayahnya hanya mengantarkan makan kepada Ding Lan.

Bila datang terlalu cepat, makanan akan dingin. Maka Ding Lan memukul ayahnya.
Bila datang terlambat, Ding sudah lapar. Maka Ding Lan memukul ayahnya juga.

Suatu ketika saat beristirahat, Ding Lan melihat anak gagak yang dapat merawat dan memberi induknya makan. Ia baru tersadar, ayahnya setiap hari mengantarkannya makanan, tapi ia masih memukul ayahnya. Bahwa ia kalah pada burng gagak.

Maka ia memutuskan untuk memperbaiki diri. Saat itu ayahnya bari datang, agak terlambat. Ding Lan meluhat ayahnya datang lalu berniat untuk menghampiri ayahnya dan bersujud mohon ampun. Dari sawah, Ding Lan lari ke arah ayahnya. Ayahnya takut setngah mati, takut dipukul Ding Lan sampai mati. Maka ia pun kabur. Sampai pada ujungnya di sungai. Ayahnya memutuskan untuk melompat ke sungai daripada dipukul mati anaknya sendiri.

Ding Lan begitu sedih dan ikut melompat mencari ayahnya. Namun tidak dapat ditemukan. Ia hanya menemukan sebuah papan kayu dan dibawanya pulang,

Ia sedih sekali dan berharap ayahnya ada dengannya. Maka ia menulis nama ayahnya pada kayu yang ia temukan di sungai, Setiap hari ia mempersembahkan makanan untuk papan itu yang ia anggap sebagai papanya. Sejak itulah, masyarakat penggunakan papan nisan untuk sembahyang.

The Fact Is...

01 April 2010

Sebaiknya pesan ini ditempelkan di cermin kamar mandimu supaya dibaca tiap pagi. Mungkin kau tak menyadarinya, tapi ini 100% benar adanya.

1. Paling tidak ada 2 orang di dunia ini yang bersedia mati untukmu.

2. Paling tidak ada 15 orang di dunia ini yang mencintaimu dengan cara mereka masing-masing.

3. Satu2nya alasan kenapa seseorang benci padamu adalah karena dia sangat ingin sepertimu.

4. Senyuman darimu dapat membawa kegembiraan kepada orang lain, walaupun mereka tidak suka padamu.

5. Setiap malam, SESEORANG memikirkanmu sebelum dia pergi tidur.

6. Kau adalah dunianya seseorang.

7. Kau istimewa dan unik bagi seseorang.

8. Seseorang yang bahkan tidak kau sadari hadir di dunia ini, mencintaimu.

9. Ketika kau melakukan kesalahan besar, ingatlah ada sesuatu pelajaran baik dari kesalahan itu.

10. Ketika kau berpikir bahwa seluruh dunia meninggalkanmu cobalah pandang ke arah lain.

11. Cobalah ingat semua pujian yang kau terima. Tapi lupakan hinaan.


Teman-teman baik selalu seperti bintang,
Kau tak selalu bisa dekat dengannya,
Tapi kau tahu mereka selalu di sana untukmu.
"Ketika Tuhan menutup salah satu pintuNya Dia selalu membuka pintu pintu lainnya, Walaupun terkadang perjalanan kesana seperti neraka”

Lebih baik saya menerima sekuntum bunga dan kata-kata manis dari seorang teman pada saat saya masih disini, daripada 1 truk bunga ketika saya sudah pergi.

Happiness keeps You Sweet,
Trials keep You Strong,
Sorrows keep You Human,
Failures keeps You Humble,
Success keeps You Glowing.


credit : a note posted by a friend at FaceBook

Mukaku Pasaran

28 March 2010

Seorang kawan mengingatkan saya bahwa saya punya blog! OMG sudah berapa lama saya absen dr dunia perblogan ini?

Beberapa kisah akan saya angkat hari ini, dimulai dr masalah pribadi, kuliah, sampai rohani. Tuntaskan!

Pertama, saya mau kasih selamat ke tante saya yang telah ceramah dengan sangat kocak dan menghibur. SALUTE! Tanteku itu entah sejak kapan has turned into someone so crazy that she made everyone stay awake and laughing all the way! You ROCK, aunt!

Kedua, masalah lemak yang timbunannya makin tebal dan menyebar ke seluruh penjuru tubuh saya ini. Ketara sekali dan saya benci itu. Saat baca majalah : secangkir yoghurt plain dapat menyerap kalori dari sebuah burger cukup menghibur. Tapi mau tau apa yang saya makan esok harinya? Seporsi besar spaghetti jamur saus krim yang krimnya ga kira-kira. Belum lagi kue segala rupa dan soto di fothang!














a cup of yoghurt is enough
to make you innocent for eating a burger!



Masalah pribadi, saya mulai bosan dipanggil Dessy Ratnasari. Hellloooo? Samakan saya dengan tante2! Wajah saya seboros itukah? Entah kalangan teman kuliah, sampai saudara semua berkata itu. Padahal saya ga punya hubungan darah setetespun dengan Tante Dessy. *zzz*

main actress : Dessy Ratnasari


competitor : Angel, says "Watch out, Mbak. Lahanmu bisa kuambil :p"

SUMPAH, saya bingung sampai jungkir balik. Di mana letak kemiripan kami berdua, selain pada rambut dan gender?


Lalu masalah kerjaan, belum lagi tugas2 kuliah saya kelar (maksud saya, feeding my pet and its pets in pet society is more interesting than doing those boring stuffs) saya sudah digerogoti garismati packaging teman saya. Brrrrr... Mana ANOKI (this name in for K40IN my lappie) kaga ada kerja samanya pake rusak segala selama 2-3 hari di mana saya benar2 terisolir dari dunia permayaan *halah* dan saya harus mengorbankan waktu saya yang berharga itu untuk berleha-leha padahal kalau ga rusak ,pasti kerjaan saya sudah kelar. *nyengir 10 cm*

Kemarin saya menghabiskan waktu di kampus setengah hari lebih, untuk mengerjakan tugas AV, shooting film pendek. Kami menggunakan Rain dan Chun yang sebagai model *hah!* dan hasilnya kocak banget!! Saat berniat untuk mulai belajar Premier dan mengeditnya, tapi apa mau di kata, saya kurang teguh pada niatan hati *sigh!*

Hari ini saya habis mengikuti kelas Qing Ming di mana kami menghormati para leluhur dan membacakan parita untuk mereka. Yang aka saya bahas bukan itu, tapi sepenggal kutipan dari Pandita Chen :

Menggunakan nyawa untuk mengejar yang ga penting, ibarat mengetapel burung bukan dengan batu tapi dengan emas. Ibarat dandan cakep2 pake dress mahal2, tapi cuman mau nebang pohon di hutan. Padahal pakai baju rombeng sekalipun ga masalah.


Entah mengapa saya suka kata2 ini, mengingat saya suka maen game sampe tengah malam, padahal tujuannya ga jelas. OMG! Oh ya ada lagi yang sempat membuat saya terharu dan berkaca-kaca. Dari Pandita Chen juga :

Dalam film Confisius, Kong Zi yang dalam keadaan serba sulit sedang mendorong gerobak lalu terjatuh saat berusaha menarik gerobaknya yang terjorok ke dalam lubang. Saat itu hujan deras. Orang pada umumnya akan menangis, tapi Kong Zi tersenyum walau agak kecut.


Cerita ini sangat menyentuh hati padahal saya sendiri tidak ngerti di mana menyentuhnya. Mungkin pada ketabahan dan kegigihan Kong Zi.

Seorang umat di USA, wanita, hampir 90 thn, bercerita pada Pandita tentang ibunya. Umat ini sejak kecil telah ditinggal mati ayahnya. Ibunya membesarkannya seorang diri dalam ekonomi yang serba sulit. Namun dengan kerja keras mencuci baju org, menjahit, menambal baju org, ibunya dapat menyekolahkan umat ini hingga kuliah. Setelah tamat dan baru akan menghasilkan uang, ibu umat wanita ini meninggal. Umat wanita ini selalu sedih dan menangis kala mengingat ibunya. Bahwa ia tidak pernah dapat membalas budi baik ibunya tersebut.

Dikatakan, budi orang tua adalah budi yang tidak akan pernah habis dibalas oleh anaknya. Namun, untuk perkara umat ini, hanya ada 1 cara untuk membalas kebaikan ibunya, yaitu dengan membina diri sebaik2nya. Dengan menjadi seorang pembina yang baik, ibunya pasti akan tenang di sana. Itu juga sudah merupakan satu bentuk balas budi.

Dikatakan lagi, manusia yang dapat berbahagia adalah manusia yang tahu bersyukur. Kita harus bersyukur pada 4 hal berikut :
Langit, sebab tanpa matahari, bintang dan segala pergerakan langit, kita tidak dapat hidup.
Bumi, sebab kita makan dari tanaman di tanah, kita tinggal dan menginjak2 tanah, kita mengekskresikan zat sisa kita kepada tanah, bahkan saat menjadi jenazah pun, tanah yang menerima kita.
Orang tua , sebab budi2 luhur dan tak terhingganya dalam membesarkan menghidupi kita dan mendidik kita dengan kasih sayangnya.
Satu lagi saya lupa!!!

Entah kenapa, saya senang saat mendengar ceramah dan merasa semuanya benar, lalu akan saya postingkan di sini, tapi saya selalu lupa untuk mencatatnya dulu di notes. Saya selalu lupa membawa notes!

Ohya, setelah kelas Qing Ming, kami makan malam di Iton MK untuk merayakan ultah ibunda Tante saya sekaligus ajang kumpul2 dengan saudara2 sekalian. Teteeeep, foto terus, makan terus! Biar vegetarian, namanya makan ga bisa ditahan! Pokok'e MAKNYUSSS!

---Bonus---
au tau nama korea kamu? Menurut link di kaskus ini nama Korea saya adalah Jung Hye Bin. Dan saya iseng search di Google. muncullah foto ini
batinku berkata : lho? ini kan yang jadi saingan cintanya Han Ga In di Witch YoHee.
Bolehlah nama gue, seleb banget!

Long Weekend

14 March 2010

It's just another Sunday that i went to temple and had some things that important enough to be written. My auntie's turn today and she did well.

But the 1 i would like to write is about the discuccion on Youth Class. My new friend discussed something about letting people feel comfortable at our temple and not to go away from there.

Just let me write in Indonesian coz this gonna be a little messy to be done in English.

Jenis-jenis orang yang tidak bisa berhasil dalam membina diri :

Orang yang punya BANYAK TANDA TANYA tidak akan pernah berhasil dalam membina diri. Lalu Mama tante saya itu memberikan 1 contoh umat yang sudah lamaaa tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Saya akui awalnya saya kagum pada sikap kritisnya, namun menurut ibu tante saya, org itu tidak akan pernah memulai membina bila ia terus bertanya dan terus meragukan. Terbukti memang, ia tidak pernah tampak lagi.

Orang yang MUDAH TERSINGGUNG juga tidak akan lama bertahan di fothang. Seringkali ceramah2 yang disampaikan menusuk seseorang tanpa sengaja. Padahal yang berceramah tidak tahu menahu masalah si A. Tapi si A merasa sedang disindir, bila ia berkearifan, syukur2 ia merubah diri. Kalau dia berpandangan sempit, yg terjadi adalah ia tidak akan mau datang ke fothang lg.

Orang yang punya TUJUAN TERTENTU ke fothang tidak akan berhasil. Mau cari jodoh? Kekayaan? Bisnis? Sebab saat tidak tercapai, kita akan kehilangan motivasi untuk pergi ke fothang, akhirnya...? Nothing. Datanglah dengan hati tulus tanpa imbalan, sebab Tuhan akan memberi lebih dari apa yang kita korbankan.


Beberapa kisah nyata telah saya lihat sendiri, orang2 sekitar saya mundur dari kalangan ini dengan alasan yang macam-macam jenisnya. Alibi seseorang hanya ia yang tahu, sebab sebenarnya bila ia memutuskan hengkang dari kalangan ini, kerugian ada padanya.

Saya akui, saya mudah tersinggung, namun saya tidak pernah banyak tanya. Apa yang saya yakini benar, saya akan jalankan. Saya pun tak punya tujuan terselubung, hanya menjadikan rutinitas ini suatu kebiasaan, dan bermaksud menenangkan hati, untuk imbalannya, saya yakin Tuhan maha adil. Tanpa diminta, kita akan mendapatkannya.

Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai.

Maka janganlah datang ke fothang untuk suatu tujuan ga jelas sebab saat tujuan itu sudah tercapai atau malah tidak mungkin tercapai, kita akan mundur teratur dengan sendirinya. Sebaliknya, tanamkan tujuan ke fothang adalah menjadikan diri seperti para suci, hauslah akan ilmu, rendahkan hati dan jadikan rutinitas beribadah ini sebagai suatu kebutuhan hidup. Maka kau akan terus bersama Tuhan.

They were planning about Mother's Day occasssion and Year End trip. I feel nothing. *hambar*
 
in cloud cuckoo land. Citrus Pink Blogger Theme Design By LawnyDesignz Powered by Blogger